Abstrak adalah bagian skripsi yang paling pendek, tetapi paling banyak dibaca. Penguji membacanya sebelum membuka bab satu, editor jurnal memakainya untuk memutuskan apakah naskahmu layak dikirim ke penelaah, dan peneliti lain hanya akan mengunduh artikelmu jika abstraknya meyakinkan. Ironisnya, abstrak sering ditulis paling terburu-buru, beberapa jam sebelum tenggat.
Panduan ini menjelaskan cara membuat abstrak yang benar: apa isinya, bagaimana strukturnya, berapa panjangnya, dan bagaimana menulisnya langkah demi langkah. Di tengah artikel ada contoh abstrak lengkap yang dibedah per kalimat.
Pengertian abstrak, tujuan abstrak, dan fungsi abstrak
Abstrak adalah uraian singkat tentang isi karya tulis ilmiah, seperti skripsi, tesis, disertasi, atau artikel jurnal, yang memuat inti dari penelitian: masalah yang diteliti, tujuan penelitian, metode, hasil, dan kesimpulan. Abstrak memungkinkan pembaca memahami inti penelitian tanpa membaca keseluruhan karya.
Fungsi abstrak antara lain:
- Membantu pembaca memutuskan apakah karya itu relevan dengan kebutuhannya.
- Membantu pembaca menemukan abstrak dan karyamu di database dan mesin pencari, terutama lewat judul dan kata kunci.
- Menjadi “wajah” naskah di hadapan penguji, editor jurnal, dan panitia seminar.
Abstrak bukan pendahuluan dan bukan ringkasan bab satu. Pendahuluan menjelaskan latar belakang secara panjang; abstrak merangkum seluruh penelitian, dari tujuan sampai kesimpulan, dalam satu paragraf. Jika kamu ingin melatih cara memadatkan teks, baca juga cara membuat ringkasan.
Jenis-jenis abstrak: informatif, indikatif, dan kritis
| Jenis abstrak | Isi | Biasa dipakai untuk |
|---|---|---|
| Abstrak informatif | Tujuan, metode, hasil (dengan angka), dan kesimpulan | Skripsi, tesis, artikel jurnal penelitian |
| Abstrak indikatif (deskriptif) | Menggambarkan topik dan cakupan karya tanpa menyebut hasil | Artikel ulasan, buku, makalah konseptual |
| Abstrak kritis | Merangkum karya dan menilai kualitas atau kontribusinya | Ulasan atau telaah terhadap karya orang lain |
| Abstrak terstruktur | Abstrak informatif dengan subjudul (Tujuan, Metode, Hasil, Kesimpulan) | Banyak jurnal kesehatan dan sains |
Untuk skripsi dan artikel hasil penelitian, yang hampir selalu diminta adalah abstrak informatif. Abstrak deskriptif yang hanya berbunyi “penelitian ini membahas…” tanpa menyebut hasil adalah salah satu alasan abstrak dikembalikan pembimbing.
Struktur abstrak: 4 bagian dalam struktur penulisan abstrak
Abstrak informatif mengikuti urutan penelitian itu sendiri. Struktur penulisan abstrak yang paling umum terdiri atas empat bagian, ditambah kata kunci:
- Latar belakang penelitian dan tujuan (1–2 kalimat). Masalah apa yang diteliti dan mengapa penting, lalu tujuan penelitian. Jangan habiskan setengah abstrak untuk latar belakang.
- Metode penelitian (2–3 kalimat). Desain penelitian, sampel atau subjek, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
- Hasil (1–2 kalimat). Temuan utama, sebisa mungkin dengan angka: rata-rata, persentase, nilai uji statistik, atau tema utama dalam penelitian kualitatif.
- Kesimpulan (1–2 kalimat). Apa arti temuan itu, dan saran atau implikasinya.
- Kata kunci. Tiga sampai lima istilah yang relevan dengan topik penelitian, ditulis di bawah abstrak.
Cara membuat abstrak dalam 6 langkah
Langkah-langkah ini membuat penulisan abstrak jauh lebih mudah, karena kamu menyusun dari bahan yang sudah ada, bukan menulis dari nol.
- 1
Selesaikan dulu seluruh naskah
Abstrak ditulis paling akhir. Sebelum hasil dan kesimpulan pasti, kamu tidak bisa merangkumnya dengan tepat.
- 2
Ambil satu kalimat inti dari setiap bab
Baca ulang pendahuluan, metode, hasil, dan kesimpulan, lalu tandai satu atau dua kalimat terpenting dari masing-masing. Itulah bahan mentah abstrakmu.
- 3
Susun draf mengikuti struktur
Latar belakang dan tujuan, metode, hasil, kesimpulan. Tulis ulang kalimat-kalimat tadi dengan lebih padat, jangan menyalinnya mentah-mentah.
- 4
Masukkan angka dan temuan konkret
Ganti kalimat umum seperti “hasil menunjukkan adanya pengaruh” dengan temuan yang spesifik: seberapa besar, pada siapa, dan seberapa signifikan.
- 5
Pangkas sampai sesuai batas kata
Buang kalimat pengantar, pengulangan judul, dan detail yang tidak penting. Pastikan setiap kalimat menjawab salah satu dari empat bagian struktur.
- 6
Cek konsistensi dan tentukan kata kunci
Pastikan angka, istilah, dan kesimpulan di abstrak sama persis dengan isi naskah. Lalu pilih 3–5 kata kunci yang relevan dengan penelitian dan kemungkinan dicari pembaca.
Contoh abstrak skripsi
Contoh berikut adalah abstrak untuk penelitian fiktif yang dibuat khusus untuk panduan ini; judul, sekolah, dan angkanya rekaan. Gunakan sebagai model struktur, bukan sebagai rujukan.
Banyak siswa belajar dengan membaca ulang catatan, padahal penelitian laboratorium menunjukkan bahwa latihan mengingat lebih efektif untuk retensi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kuis mingguan berisiko rendah terhadap hasil ujian akhir semester biologi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain kelompok kontrol nonekuivalen. Sampel terdiri atas 128 siswa kelas XI dari empat kelas di satu SMA negeri; dua kelas mengerjakan kuis singkat setiap minggu selama satu semester, sedangkan dua kelas lainnya membaca ulang rangkuman materi. Data dikumpulkan melalui ujian akhir semester dan dianalisis dengan uji-t sampel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelompok kuis (78,4) lebih tinggi secara signifikan daripada kelompok membaca ulang (71,9), p < 0,01. Perbedaan terbesar muncul pada soal tentang materi awal semester. Kuis mingguan berisiko rendah dapat meningkatkan hasil ujian siswa, terutama untuk materi yang dipelajari jauh sebelum ujian. Guru disarankan mengganti sebagian kegiatan membaca ulang dengan kuis singkat.
Kata kunci: hasil belajar; kuis; latihan mengingat; retensi
Apa yang dilakukan setiap bagian:
- Kalimat 1–2 (latar belakang dan tujuan): menyebut masalahnya (siswa membaca ulang, padahal ada cara yang lebih efektif) dan tujuan penelitian dalam satu kalimat.
- Kalimat 3–5 (metode): desain, jumlah dan jenis sampel, perlakuan pada setiap kelompok, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis.
- Kalimat 6–7 (hasil): angka utama dan tingkat signifikansinya, ditambah satu temuan khusus.
- Kalimat 8–9 (kesimpulan): kesimpulan dari penelitian dan saran praktis.
Perhatikan apa yang tidak ada: tidak ada kutipan, tidak ada tabel, tidak ada kalimat “skripsi ini terdiri atas lima bab”, dan tidak ada janji “hasilnya akan dibahas di bab IV”.
Butuh model untuk jenis karya lain? Kami mengumpulkan 7 contoh abstrak untuk skripsi kuantitatif dan kualitatif, makalah, karya tulis ilmiah siswa, artikel jurnal, proposal, dan versi bahasa Inggris.
Abstrak dalam bahasa Inggris
Kebanyakan kampus di Indonesia meminta abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (abstract). Versi bahasa Inggris harus memuat isi yang sama persis, bukan ringkasan yang berbeda. Hati-hati dengan terjemahan mesin kata per kata: istilah teknis seperti “kuasi-eksperimen” (quasi-experimental) atau “kelompok kontrol nonekuivalen” (nonequivalent control group) perlu dicek dengan istilah yang dipakai di jurnal internasional bidangmu.
Berapa panjang abstrak yang ideal?
Panjang abstrak bergantung pada pedoman yang kamu ikuti. Banyak kampus dan jurnal meminta sekitar 150–300 kata, dan gaya APA edisi ke-7 menyebut batas umum 250 kata. Beberapa kampus juga membatasi abstrak skripsi satu halaman dengan spasi tunggal. Selalu cek pedoman penulisan fakultasmu atau petunjuk penulis (author guidelines) jurnal tujuan, karena batasnya berbeda-beda.
Tips menulis abstrak yang efektif: abstrak yang benar dalam penulisan ilmiah
- Tulis paling akhir. Abstrak yang ditulis sebelum penelitian selesai hampir pasti harus diganti.
- Utamakan metode dan hasil. Latar belakang cukup satu atau dua kalimat.
- Gunakan angka. “Meningkat secara signifikan (78,4 dan 71,9; p < 0,01)” jauh lebih informatif daripada “terdapat peningkatan”.
- Pakai bahasa yang mudah dipahami. Kalimat aktif dan langsung lebih jelas daripada kalimat panjang bertingkat.
- Jangan memasukkan kutipan, tabel, atau singkatan yang tidak dijelaskan.
- Jangan menambahkan informasi yang tidak ada di naskah. Abstrak merangkum, bukan menambah.
- Jaga konsistensi. Angka, istilah, dan kesimpulan di abstrak harus sama dengan bab hasil dan kesimpulan.
- Pilih kata kunci yang dicari orang, bukan hanya kata yang sudah ada di judul.
Memakai AI dan ringkasan otomatis saat menulis abstrak
AI bisa membantu memangkas draf yang terlalu panjang atau mengecek apakah abstrakmu sudah memuat keempat bagian. Draf pertamanya tetap sebaiknya kamu tulis sendiri dari naskahmu, karena AI tidak tahu angka dan temuan yang benar dan bisa saja mengarangnya.
AI juga berguna dari arah sebaliknya: saat menyusun tinjauan pustaka, kamu akan membaca puluhan abstrak dan artikel orang lain. Peringkas makalah penelitian atau peringkas PDF membantu melihat tujuan, metode, dan hasil sebuah artikel dengan cepat, sekaligus memberi contoh bagaimana inti sebuah penelitian bisa dipadatkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa saja isi dari abstrak?
Abstrak informatif berisi latar belakang singkat dan tujuan penelitian, metode penelitian (desain, sampel, pengumpulan data, dan teknik analisis data), hasil utama, dan kesimpulan, diikuti 3–5 kata kunci.
Bagaimana cara membuat abstrak yang baik dan benar?
Selesaikan seluruh naskah dulu, ambil kalimat inti dari setiap bab, susun ulang mengikuti urutan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan, masukkan angka utama, lalu pangkas sampai sesuai batas kata pedomanmu.
Berapa jumlah kata yang ideal untuk abstrak?
Banyak kampus dan jurnal meminta sekitar 150–300 kata, dan APA edisi ke-7 menyebut batas umum 250 kata. Batas yang berlaku adalah yang tertulis di pedoman kampus atau petunjuk penulis jurnal tujuanmu.
Apa perbedaan abstrak dan ringkasan?
Abstrak adalah ringkasan khusus untuk karya ilmiah, dengan struktur tetap (tujuan, metode, hasil, kesimpulan) dan diletakkan di awal karya. Ringkasan biasa bisa dibuat untuk teks apa pun dan tidak harus mengikuti struktur itu.
Apakah abstrak boleh lebih dari satu paragraf?
Abstrak skripsi umumnya satu paragraf. Abstrak terstruktur di sebagian jurnal dibagi dengan subjudul. Ikuti format yang diminta pedoman kampus atau jurnal.
Apakah abstrak dalam karya ilmiah sama dengan kata benda abstrak?
Tidak. Abstrak dalam karya ilmiah adalah ringkasan penelitian. Kata benda abstrak adalah istilah tata bahasa untuk benda yang tidak bisa diindra, seperti kebahagiaan, cinta, rindu, atau keberanian.
Kesimpulan
Untuk membuat abstrak yang efektif, tulis paling akhir, ambil inti dari setiap bab, dan susun dalam urutan latar belakang dan tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Beri ruang terbanyak untuk metode dan hasil, sertakan angka utama, dan pastikan semuanya sama dengan isi naskah. Lalu cek batas kata di pedomanmu dan tambahkan 3–5 kata kunci. Abstrak yang jelas membuat penguji dan pembaca memahami penelitianmu bahkan sebelum membuka bab pertama.