PDFSummarizer.net
  • Menulis
  • Belajar

Cara membuat ringkasan: pengertian ringkasan, ciri-ciri, dan 5 langkah menulis ringkasan (dengan contoh)

Cara menulis ringkasan dan meringkas teks dalam 5 langkah: temukan gagasan utama, menyusun poin utama, dan buat rangkuman yang mudah dipahami, plus contoh.

PDFSummarizer.net12 menit baca

Membuat ringkasan terlihat mudah sampai kamu benar-benar mulai menulis. Kamu sudah membaca teksnya dan paham isinya, tetapi hasilnya malah satu kalimat yang terlalu umum, atau justru menceritakan ulang teks paragraf demi paragraf hingga panjangnya hampir sama dengan aslinya.

Ringkasan yang baik ada di antara dua ekstrem itu. Ringkasan memberi pembaca yang belum membaca teks asli gagasan utama penulis dan poin-poin yang mendukungnya, dengan kata-katamu sendiri dan dalam bentuk yang jauh lebih singkat. Panduan ini menjelaskan cara membuat ringkasan dalam lima langkah dan mengikuti satu teks pendek dari bacaan pertama sampai menjadi tiga ringkasan dengan panjang berbeda.

Pengertian ringkasan (dan bedanya dengan rangkuman)

Ringkasan adalah penyajian singkat sebuah teks yang memuat gagasan utama dan detail terpenting, ditulis dengan kata-katamu sendiri. Meringkas berarti memangkas teks sampai tersisa intinya tanpa mengubah isi dan sudut pandang penulis: ringkasan memadatkan, bukan mengomentari. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, ringkasan biasanya juga mempertahankan urutan isi teks aslinya.

Di sinilah banyak orang keliru, karena ringkasan mirip dengan beberapa jenis tulisan lain:

Apa yang dilakukan Urutan teks asli Ada opini?
Ringkasan Menyajikan inti seluruh teks dalam bentuk lebih singkat Dipertahankan Tidak
Ikhtisar Menyajikan pokok-pokok terpenting secara bebas Tidak harus Tidak
Rangkuman Mengumpulkan poin-poin penting, sering dari beberapa bab Tidak harus Tidak
Sinopsis Ringkasan cerita (novel, film) yang menceritakan kembali secara ringkas alurnya Mengikuti alur Tidak
Resensi Meringkas karya dan sekaligus menilainya Bebas Ya

Dalam praktik sehari-hari, kata ringkasan dan rangkuman sering dipakai bergantian. Yang penting, keduanya ditulis dengan bahasamu sendiri: menyalin kalimat penulis, meskipun urutannya diubah, sudah mendekati plagiarisme.

Ciri-ciri ringkasan

  • Singkat dan padat. Jauh lebih pendek dari teks asli, tanpa bagian yang bertele-tele.
  • Objektif. Tidak memuat pendapat atau penilaian peringkas yang bersifat subjektif.
  • Setia pada isi. Tidak menambahkan atau mengubah gagasan penulis asli.
  • Mempertahankan urutan dan sudut pandang teks aslinya.
  • Ditulis dengan bahasa sendiri, dengan kalimat yang utuh dan mudah dipahami, sehingga membantu pembaca memahami inti teks dengan cepat.

5 langkah menulis ringkasan

Langkah-langkah membuat ringkasan berikut bisa dipakai untuk meringkas teks apa pun: esai, berita, bab buku, atau artikel ilmiah.

  1. 1

    Baca seluruh teks untuk memahami isinya

    Baca sekali tanpa mencatat. Perhatikan judul, pendahuluan, subjudul, dan penutup, karena di situlah penulis biasanya menaruh gagasan utamanya. Pada bacaan kedua, tandai kalimat yang membawa argumen, bukan yang hanya memberi contoh.

  2. 2

    Temukan gagasan utama penulis

    Tanyakan: apa satu hal yang ingin penulis sampaikan? Tulis jawabannya dalam satu kalimat tanpa melihat teks. Jika belum bisa, baca ulang pendahuluan dan penutupnya.

  3. 3

    Catat poin-poin pendukung

    Tulis poin-poin utama yang mendukung gagasan utama, cukup dua sampai lima, masing-masing dalam frasa pendek atau kata kunci. Lewati contoh, anekdot, dan angka, kecuali jika salah satunya penting bagi argumen.

  4. 4

    Tulis draf tanpa melihat teks asli

    Tutup teksnya dan susun ringkasan dari catatanmu. Cara ini menjaga ringkasan tetap dalam bahasamu sendiri dan menghindarkan plagiarisme: kamu tidak bisa menyalin kalimat yang tidak sedang kamu lihat.

  5. 5

    Cocokkan dengan teks asli dan perbaiki

    Baca lagi teks aslinya dan bandingkan. Apakah gagasan penulis tersampaikan dengan tepat? Adakah poin penting yang terlewat, opini yang ikut masuk, atau frasa yang tersalin tanpa tanda kutip? Perbaiki, buang yang berlebihan, lalu periksa ejaannya.

Langkah yang paling penting, dan yang paling sering dilewati, adalah langkah keempat. Menulis dengan teks terbuka di samping memang menggoda, tetapi hasilnya hanya menyusun ulang kalimat penulis, bukan meringkas gagasannya. Menulis dari catatan juga menguji pemahamanmu: jika kamu tidak bisa menjelaskan sebuah gagasan tanpa melihat teks, berarti kamu belum benar-benar memahaminya.

Cara membedakan gagasan utama dan gagasan pendukung

Untuk meringkas, kamu harus memilih, dan untuk memilih kamu perlu membedakan dua jenis gagasan. Gagasan utama (ide pokok) adalah gagasan yang, jika dihilangkan, membuat teks kehilangan maknanya. Gagasan pendukung menjelaskan, memberi contoh, atau memperluasnya. Ujian sederhananya: jika sebuah kalimat menjawab “mengapa?” atau “misalnya?” terhadap kalimat lain, kalimat itu adalah pendukung. Dalam paragraf yang ditulis dengan baik, gagasan utama biasanya ada di kalimat pertama atau terakhir.

Contoh ringkasan, langkah demi langkah

Berikut artikel opini singkat yang ditulis khusus untuk panduan ini (boleh kamu salin dan pakai untuk latihan), beserta proses meringkasnya.

Teks contoh: “Kembalikan Sabtu kepada Siswa”, oleh Rina Wulandari (tokoh fiktif)

Setiap kali dinas pendidikan mengumumkan sekolah lima hari, banyak orang langsung menyebutnya beban baru bagi anak. Jam pelajaran bertambah panjang, anak pulang sore, dan hari Sabtu yang dulu dipakai untuk belajar kini kosong. Saya mengajar selama sebelas tahun sebelum menjadi ibu, dan saya berpendapat sebaliknya. Sekolah lima hari, jika dirancang dengan baik, adalah salah satu dari sedikit perubahan yang menguntungkan guru dan siswa sekaligus.

Mari mulai dari guru. Ketika sekolah meliburkan hari Sabtu dan memperpanjang lima hari lainnya, guru mendapat satu hari tetap untuk menyiapkan pelajaran, memeriksa tugas, dan berdiskusi dengan rekan. Di sekolah pertama saya, kami menyusun rencana pelajaran di parkiran pukul enam pagi karena tidak ada waktu lain. Hampir semua guru yang saya kenal mengatakan hal yang sama: persiapan yang membuat pelajaran bagus terjadi di sela-sela waktu.

Siswa juga diuntungkan. Setiap hari sekolah punya awal dan akhir yang lambat: absensi, menata tempat duduk, membereskan buku, menunggu bel. Lima hari yang lebih panjang berarti satu kali awal dan akhir yang lambat lebih sedikit setiap minggu, dan waktu itu kembali untuk belajar. Keluarga pun diuntungkan: ada satu hari untuk kontrol ke dokter, urusan keluarga, atau sekadar beristirahat bersama.

Keberatannya nyata dan saya tidak ingin mengabaikannya. Orang tua yang bekerja pada hari Sabtu perlu seseorang untuk menjaga anak mereka, dan tidak semua keluarga sanggup. Anak kecil cepat lelah jika harus belajar sampai sore; anak kelas dua SD bukan mahasiswa. Namun, kedua masalah itu ada jalan keluarnya. Sekolah yang menerapkan model ini sebaiknya menyediakan kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, dan pendampingan belajar pada hari Sabtu, dengan biaya murah atau gratis. Tambahan jam pada hari biasa juga harus dipakai untuk istirahat, kegiatan di luar kelas, dan praktik, bukan untuk ceramah tambahan.

Sekolah lima hari bukan beban tambahan jika dirancang demi pembelajaran, bukan demi jadwal. Jika dijalankan dengan baik, guru mendapat waktu untuk mengajar lebih baik dan siswa mendapat waktu untuk beristirahat. Model ini layak dicoba, dan para pengambil kebijakan sebaiknya berhenti memperlakukannya sebagai beban bagi anak.

Langkah 1 dan 2: gagasan utama. Judul dan kalimat terakhir sudah membocorkannya: penulis berpendapat bahwa sekolah lima hari yang dirancang dengan baik memperbaiki pengajaran dan pembelajaran, dan model ini layak dicoba.

Langkah 3: poin-poin pendukung, dalam bentuk catatan:

  • guru mendapat satu hari untuk menyiapkan pelajaran
  • lebih sedikit waktu terbuang di awal dan akhir hari sekolah
  • keluarga mendapat satu hari untuk urusan bersama
  • keberatan (siapa yang menjaga anak, anak kecil cepat lelah) → ada solusinya: kegiatan hari Sabtu, lebih banyak istirahat dan praktik

Yang tidak masuk catatan sama pentingnya: sebelas tahun mengajar, rencana pelajaran di parkiran, kontrol ke dokter, anak kelas dua SD. Semua itu membuat teks lebih hidup, tetapi hanya menggambarkan gagasan, bukan membuktikannya. Itu detail pendukung, dan ringkasan boleh menghilangkannya.

Langkah 4: draf. Dari catatan itu, ringkasan yang sama dalam tiga panjang:

Artikel 321 kata yang sama diringkas dengan tiga cara: satu kalimat 34 kata (11% dari teks asli), satu paragraf 73 kata (23%), dan ringkasan lebih panjang 95 kata (30%), masing-masing digambar sebagai batang sesuai skala
Makin pendek ringkasannya, makin banyak detail yang dihilangkan sampai hanya gagasan utama yang tersisa.

Satu kalimat (34 kata): Dalam “Kembalikan Sabtu kepada Siswa”, Rina Wulandari berpendapat bahwa sekolah lima hari yang dirancang dengan baik justru memperbaiki pengajaran dan pembelajaran, asalkan sekolah menyediakan kegiatan pada hari Sabtu dan menyesuaikan jam belajar yang panjang.

Satu paragraf (73 kata): Dalam “Kembalikan Sabtu kepada Siswa”, Rina Wulandari berpendapat bahwa sekolah lima hari bukan beban tambahan bagi anak, melainkan cara untuk memperbaiki pembelajaran. Model ini memberi guru satu hari tetap untuk menyiapkan pelajaran, mengurangi waktu yang terbuang di awal dan akhir hari sekolah, dan memberi keluarga satu hari untuk urusan bersama. Penulis mengakui masalah pengasuhan anak pada hari Sabtu dan kelelahan siswa yang masih kecil, tetapi mengusulkan kegiatan ekstrakurikuler dan lebih banyak waktu istirahat.

Ringkasan lebih panjang (95 kata): Dalam “Kembalikan Sabtu kepada Siswa”, Rina Wulandari berpendapat bahwa sekolah lima hari, yang sering dianggap beban baru bagi anak, dapat memperbaiki pengajaran jika dirancang dengan baik. Guru mendapat satu hari tetap untuk menyiapkan pelajaran bersama, siswa kehilangan lebih sedikit waktu di awal dan akhir hari sekolah, dan keluarga mendapat satu hari untuk urusan bersama. Penulis mengakui bahwa orang tua yang bekerja pada hari Sabtu membutuhkan bantuan dan bahwa anak kecil mudah lelah, tetapi ia mengusulkan kegiatan ekstrakurikuler dan pendampingan belajar pada hari Sabtu serta lebih banyak waktu istirahat. Wulandari menyimpulkan bahwa model ini layak dicoba.

Langkah 5: pengecekan. Saat paragraf dibandingkan dengan teks asli: semua gagasan berasal dari penulis, tidak ada pendapat tentang benar atau tidaknya argumen itu, dan tidak ada frasa mencolok yang tersalin. Versi panjang menambahkan kesimpulan penulis, yang dalam versi paragraf dipadatkan menjadi “cara untuk memperbaiki pembelajaran”, sedangkan versi satu kalimat hanya menyisakan gagasan utama dan syaratnya.

Berapa panjang sebuah ringkasan?

Tidak ada aturan baku, tetapi patokan yang umum dipakai adalah 10–25% dari teks asli, dan lebih sedikit untuk teks yang sangat panjang. Artikel 2.000 kata cukup diringkas menjadi 200–400 kata; buku 300 halaman menjadi satu atau dua halaman, bukan tiga puluh.

Jika tugasnya menentukan bentuk, biasanya yang diminta salah satu dari tiga panjang ini:

  • Satu kalimat: penulis, judul, dan gagasan utama. Berguna untuk memperkenalkan sumber di dalam esai.
  • Satu paragraf: gagasan utama dan poin-poin pendukung. Bentuk yang paling umum.
  • Satu halaman: gagasan utama, setiap poin pendukung dengan buktinya, dan kesimpulan.

Apa pun panjangnya, ringkasan harus jauh lebih pendek dari teks asli. Jika ringkasanmu lebih dari sepertiga teks aslinya, kamu sedang menceritakan ulang, bukan meringkas.

Struktur ringkasan dan templatnya

Ringkasan punya tiga bagian, seperti kebanyakan teks eksposisi:

  1. Pembuka (kalimat pertama): memperkenalkan sumber: nama lengkap penulis, judul, dan gagasan utama.
  2. Isi: poin-poin pendukung, biasanya mengikuti urutan penulis, satu atau dua kalimat untuk setiap poin.
  3. Penutup (kalimat terakhir): kesimpulan atau saran penulis, bukan kesimpulanmu sendiri.

Templat ini bisa membantumu menyusun ringkasan:

Dalam [judul], [nama lengkap penulis] berpendapat bahwa [gagasan utama]. Untuk mendukungnya, penulis menjelaskan bahwa [poin pertama], [poin kedua], dan [poin ketiga]. [Nama belakang] mengakui [keberatan, jika ada], tetapi [jawaban penulis]. Pada akhirnya, ia menyimpulkan bahwa [kesimpulan penulis].

Setelah kalimat pertama, sebut penulis dengan nama belakangnya saja atau dengan “penulis”. Kata kerja seperti berpendapat, menjelaskan, mengakui, mengusulkan, dan menyimpulkan membantu menunjukkan apa yang sedang dilakukan penulis, sehingga kamu tidak perlu mengulang “penulis mengatakan” di setiap kalimat.

Cara meringkas buku, artikel ilmiah, dan cerita

Meringkas buku

Ringkas dulu setiap bab dalam dua atau tiga kalimat, lalu ringkas kumpulan ringkasan itu. Untuk buku nonfiksi, yang kamu perlukan adalah gagasan utama buku dan argumen setiap bagiannya. Kamu tidak perlu membaca ulang buku dari awal: catatan per bab sudah cukup.

Meringkas artikel ilmiah

Artikel ilmiah sudah punya abstrak, tetapi ringkasan untuk tugas kuliah harus lebih dari itu. Tuliskan pertanyaan penelitian, metode dan sampel, hasil utama, serta keterbatasan yang disebutkan penulisnya sendiri. Jika kamu akan memakai banyak artikel untuk skripsi, ringkasan-ringkasan ini menjadi bahan tinjauan pustaka. Untuk artikel yang panjang, peringkas makalah penelitian bisa membantumu memetakan strukturnya sebelum membaca.

Ringkasan cerita

Untuk cerpen atau novel, ringkasan cerita mengikuti alur: siapa tokoh utamanya, apa konflik utamanya, dan bagaimana konflik itu selesai. Contoh dari cerita yang dikenal semua orang, Malin Kundang dalam satu kalimat: seorang anak miskin yang merantau dan menjadi kaya menolak mengakui ibunya, lalu dikutuk menjadi batu. Perhatikan apa yang hilang: kapal, istri, pelabuhan, doa sang ibu. Semua itu berkesan, tetapi bukan gagasan utamanya.

Meringkas teks dengan alat meringkas dan rangkuman online

Alat AI untuk meringkas bisa merangkum teks dalam hitungan detik, jadi wajar jika kamu bertanya: untuk apa belajar meringkas sendiri? Karena keterampilannya bukan ringkasan itu. Keterampilannya adalah membaca dan berpikir kritis: memutuskan mana gagasan utama dan apa yang boleh dibuang. Itulah yang dinilai dalam tugas, dan itulah yang kamu perlukan untuk memahami bacaan penting apa pun.

Meski begitu, alat ringkasan online bisa membantu untuk mengecek hasilmu. Buat ringkasanmu sendiri dulu, lalu tempel teks aslinya ke peringkas teks gratis atau unggah file PDF-nya ke peringkas PDF, dan bandingkan:

  • Apakah AI memilih gagasan utama yang berbeda? Baca ulang pendahuluan dan penutup untuk melihat siapa yang benar.
  • Apakah AI memasukkan poin penting yang kamu lewatkan? Putuskan apakah itu inti atau detail.
  • Apakah AI menambahkan sesuatu yang tidak ditulis penulis? Itu bisa terjadi, dan menemukannya adalah latihan yang baik.
Jangan serahkan ringkasan buatan AI sebagai karyamu

Banyak sekolah dan kampus menganggap pelanggaran akademik jika teks buatan AI diserahkan sebagai karya sendiri. Gunakan AI untuk mengecek pemahamanmu, bukan untuk menggantikan tulisanmu.

Tips membuat ringkasan yang baik (dan kesalahan yang perlu dihindari)

  1. Jangan memasukkan opini. “Wulandari menyajikan argumen yang meyakinkan” adalah resensi, bukan ringkasan.
  2. Singkat dan padat. Contoh, angka, dan anekdot hanya menggambarkan; ringkasan membutuhkan gagasannya.
  3. Hindari kutipan. Ringkasan hampir tidak pernah memakai kutipan. Jika ada frasa yang terlalu khas untuk diganti, beri tanda kutip.
  4. Jangan terlalu dekat dengan teks asli. Mengganti beberapa kata di setiap kalimat tetap termasuk plagiarisme. Menulis dengan teks tertutup mencegahnya.
  5. Jangan lupa kesimpulan penulis. Banyak ringkasan membahas argumennya tetapi lupa ke mana penulis ingin membawa pembaca.
  6. Selalu sebutkan sumbernya. Penulis dan judul, ditambah daftar pustaka jika tugasmu memakai gaya sitasi tertentu.
  7. Baca dengan suara keras. Jika ada kalimat yang membingungkan bagi orang yang belum membaca teks aslinya, tulis ulang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara membuat ringkasan yang benar?

Baca seluruh teks, temukan gagasan utamanya, catat dua sampai lima poin pendukung, lalu tulis ringkasan dengan bahasamu sendiri tanpa melihat teks asli. Terakhir, cocokkan dengan teks asli untuk memastikan tidak ada yang ditambahkan atau terlewat.

Apa saja 4 langkah membuat rangkuman?

Versi empat langkah yang sering diajarkan di sekolah: membaca teks asli sampai paham, mencatat gagasan utama setiap bagian, menulis ulang gagasan itu dengan bahasa sendiri secara runtut, lalu memeriksa hasilnya dengan teks asli.

Apa perbedaan ringkasan dan rangkuman?

Dalam praktik keduanya sering dipakai bergantian. Jika dibedakan, ringkasan menyajikan inti satu teks dengan mempertahankan urutannya, sedangkan rangkuman mengumpulkan poin-poin penting, sering dari beberapa bab, tanpa harus mengikuti urutan aslinya.

Apa perbedaan ringkasan dan kesimpulan?

Ringkasan menyajikan kembali isi teks secara singkat. Kesimpulan adalah pendapat akhir atau gagasan yang ditarik dari sebuah uraian. Ringkasan bisa memuat kesimpulan penulis, tetapi tidak boleh memuat kesimpulanmu sendiri.

Bagaimana contoh ringkasan satu kalimat?

Contoh untuk cerita Malin Kundang: seorang anak miskin yang merantau dan menjadi kaya menolak mengakui ibunya, lalu dikutuk menjadi batu. Kalimat itu memuat tokoh, konflik, dan akhir cerita tanpa detail tambahan.

Bagaimana cara menghindari plagiarisme saat meringkas?

Tulis ringkasan dari catatanmu dengan teks asli tertutup, beri tanda kutip pada frasa yang kamu ambil langsung, dan selalu sebutkan penulis dan judul sumbernya.

Kesimpulan

Untuk membuat ringkasan, baca seluruh teks, temukan gagasan utama penulis, catat beberapa poin yang mendukungnya, tulis dari catatan dengan teks asli tertutup, lalu bandingkan drafmu dengan teks itu. Tetap objektif, tetap singkat, dan mulai dengan penulis, judul, dan gagasan utama. Dengan sedikit latihan, kamu bisa meringkas hampir semua bacaan dalam satu paragraf, dan memahami bacaan itu dengan lebih baik.